Bukan hal yang baru bila berbicara tentang kemiskinan, terutama yang tengah melanda negara kita yang katanya emang kaya dengan sumber daya alam ini. Meninjau perkembangan kehidupan yang tetap saja berjalan di tempat dalam bidang ekonomi maka perlu coba untuk kita lihat dan telusuri dimanakah akar semua masalah ini. Saya ingin berbagi tentang sebuah propinsi yang selalu masuk dalam 5 besar untuk propinsi miskin di Indonesia. Ini adalah propinsi Nusa Tenggara Timur. Perlu untuk di lihat dari berbagai segi yang mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat ini.
Yang pertama kita lihat adalah :
1. Gaya hidup
Adapun gaya hidup yang sangat mempengaruhi masyarakat ini adalah suka untuk melakukan upacara pesta pora yang bila dikalkulasikan mengeluarkan banyak uang untuk menyelenggarkannya. Pesta pora merupakan kegiatan yang sangat kental untuk masyarakat daerah ini. Terhitung dari pesta pernikahan, upacara kematian, pesta sambut baru (untuk umat katolik), pesta syukuran wisuda dan masih banyak jenis pesta yang lain.
2. Budaya dan Adat
Budaya dan adat merupakan hal yang sudah mendarah daging untuk segala aktivitas hidup masyarakat didaerah ini. Adalah wajar bila berpegang teguh pada budaya namun dalam berbagai upacaran dan pesta adat kadang mengharuskan masyarakat untuk mengeluarkan puluhan juta hanya untuk pesta adat. Bahkan memaksa untuk berhutang dengan puluhan juta. Semua ini dari harga hewan yang juga tentu di atas jutaan rupiah
3. Pendidikan
Dalam hal pendidikan, masyarkat NTT masih sangat dibawah rata rata. Begitu banyaknya yang memilih drop out dan menganggur. Beegitu banyak generasi muda yang lebih memilih untuk mabuk mabukan karena mabuk mabukan bagi generasi muda daerah ini seolah olah menjadi ajang untuk adu kemampuan dalam minum minuman keras lokal (arak, moke, sopi)
Inilah gambaran sekilas tentang ekonomi NTT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar